Pertama di Dunia: Darah Sapi Selamatkan Nyawa Manusia

Kelangkaan
donor darah membuat
ilmuwan mulai
mengembangkan darah
sintetis, yang dibuat dari
plasma darah sapi.
Untuk pertama kalinya,
terobosan ini berhasil
diterapkan pada seorang
korban kecelakaan mobil
yang kehilangan banyak
darah.
Tamara Coakley,
perempuan 33 tahun di
Australia mengalami
tabrakan parah yang
nyaris merenggut
nyawanya. Dalam
kecelakaan tersebut, ia
kehilangan begitu
banyak banyak darah
sampai-sampai
jantungnya gagal memompakan oksigen ke seluruh tubuhnya.
Bukan hanya itu, ia juga mengalami kerusakan pada tulang punggung, paru-parunya kolaps, tengkoraknya retak dan beberapa tulang iganya patah. Seperti diberitakan Daily Telegraph, Coakley juga mengalami kerusakan limpa yang pecah dalam kecelakaan tersebut.
“Sampai di rumah sakit, darah saya tinggal 2 pints (sekitar 946.4 ml),” ungkap Coakley seperti dikutip dari Herald Sun,
Jumat (6/5/2011).
Karena darah yang didonorkan para kerabat tidak mencukupi, tim dokter di The Alfred Hospital di Melbourne akhirnya memesan 10
pints (4,7 L) darah sintetis dari Amerika Serikat. Darah yang dibuat dari plasma sapi itu sebelumnya belum pernah ditransfusikan pada manusia.
Darah sintetis yang diberi nama HBOC201 tersebut sebenarnya adalah hemoglobin, salah satu komponen darah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen. Tanpa
hemoglobin yang
cukup, oksigen tidak bisa didistribusikan sehingga berbagai organ tidak bisa berfungsi normal.
Dibandingkan darah asli yang didapatkan dari donor, darah sintetis dari plasma sapi ini memiliki beberapa kelebihan. Di
antaranya tidak butuh pemeriksaan ulang (cross match) dan bisa disimpan hingga 3 tahun tanpa harus dimasukkan lemari pendingin. “Terobosan ini adalah langkah penting dalam pengembangan darah alternatif untuk mengatasi kelangkaan donor darah yang mengglobal. Ini seperti fiksi ilmiah,” ungkap salah satu dokter di rumah sakit tersebut, Prof Mark Fitzgerald.

Untuk mengantisipasi
kelangkaan donor, ilmuwan memang tengah gencar mengembangkan darah-darah sintetis lainnya. Di antaranya melalui teknologi hematopoetic stem cell, yakni membuah darah sintetis dari bahan sel induk yang antara lain bisa diperoleh dari plasenta.

Courtesy: detik.com

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s